Pages

Rabu, 21 Maret 2012

Tas Sekolah Yang Berat

BISMILLAHIRROHMANIRROHIM  

Iseng-iseng mengisi waktu istirahat dikantor, baca-baca artikel di salah satu koran Indonesia, tentang parenting yang posting tentang "Studi: Tas Sekolah Berat, Anak Bisa Terkena Scoliosis"  ah.. jadi teringat Kakak Zahra.

Bunda mau Flashback ke belakang...sekedar sharing saja dari yang sudah di alami.
Ketika Kakak duduk di TK B, Ayah dan Bunda mulai berfikir untuk mencari sekolah yang "Baik" untuk Kakak versi kami Ayah dan Bunda nya Zahra. tentunya yang kami perhatikan adalah Sekolah nya harus yang Islami, dekat dengan rumah, Pendidikan bagus dan Nyaman untuk anak. Semua itu sudah kami dapati dan saat itu kami yakin dengan pilihan kami. Namun ada yang terlupakan oleh kami yang menurut kami hal kecil karena toh kita juga mengalaminya dahulu, yang kini kami sadari itu akan mengganggu pertumbuhan tubuh anak-anak.

Saat sekolah, kami menyadari dia harus membawa beban berat di tas sekolahnya, sebut saja buku paket, buku tulis, bekal sekolah dan air minum. Hal sepele dan biasa menurut kita bukan ???....tapi ternyata bisa menimbulkan resiko kedepannya.
Kakak zahra ini orang yang simple tidak suka membawa tas jinjing karena suka lupa jadi semua keperluan nya dimasukkan dalam 1 tas yang dia gendong .. kebayang kan beratnya beban yang harus dibawa.
meskipun dia tidak pernah mengeluh tapi Ayah dan Bunda sangat-sangat khawatir, sudah sering kali ditawarkan untuk membawa tas jinjing agar sebagian keperluannya tidak dimasukkan semua ke tas ranselnya tapi dia selalu saja menolak. Akhirnya Ayah dan Bunda tak berdaya.. melepas kakak zahra pergi sekolah dengan beban ranselnya yang berat untuk seumur dia dan selalu berdoa agar tidak ada apa-apa nantinya dengan pertumbuhan dia di kemudian hari.

Alhamdulillah... masa itu hanya berjalan 6 bulan. Kakak Zahra kini sudah di sekolah yang baru karena memang kami pindah rumah.
dan bersyukur semua keperluan sekolah kakak disimpan di loker sekolah, kakak hanya membawa bekal sekolah dan air minum. Beberapa buku paket/buku tulis sesekali dibawa untuk mengulang di rumah atau bila ada Pekerjaan Rumah dan itupun tidak setiap hari. Senangnya kakak zahra karena dia tidak harus terbebani lagi dengan tas ransel sekolahnya yang berat krn beban buku yang harus dibawa setiap hari.
Dalam tas sekolahnya hanya berisi bekal sekolah, air minum, communication book dan saving book/buku tabungan :)

Ayah dan Bunda.. tentu hal ini sangat kita pahami dengan kondisi pendidikan saat ini dimana waktu dulu kita sekolah pun spt itu dan tidak ada "protes" dari ayah dan ibu kita.
namun sekarang ini zamannya anak-anak kita, tentunya kita ingin yang terbaik buat anak-anak kita. yuk..mulai kita asah sensitifitas kita sebagai orang tua untuk "aware" bukan saja dengan pendidikan anak kita tapi juga semua hal-hal yang kita anggap kecil tp berakibat buruk nantinya.

sumber : http://www.republika.co.id/berita/gaya-hidup/parenting/12/03/18/m126xt-studi-tas-sekolah-berat-anak-bisa-terkena-scoliosis

0 comments: